Heat Stress Pada Ayam; Gejala dan Bahayanya

heat stress pada ayam

Tahukah kamu tentang Heat Stress Pada Ayam ? Bagaimana Gejalanya dan apa Bahayanya ? Simak artikel dari sinau ternak yang ditulis oleh Yulia Sintia Putri, S.Pt. Alumni Peternakan UGM berikut ini.

Apa itu Heat Stress Pada Ayam?

Heat stress atau stress panas merupakan suatu keadaan dimana ternak mengalami stress akibat panas yang dihasilkan tubuh melebihi kapasitas kemampuan ternak untuk membuangnya ke lingkungan. Heat stress sering terjadi pada ternak khusunya ayam saat temperatur lingkungan lebih tinggi dari temperatur nyaman ayam (180-230 C).

Seringkali kita menganggapnya biasa, namun ternyata jika dibiarkan hal ini akan berdampak negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan bisa mengancam keberlangsungan produksi bahkan keselamatan ayam itu sendiri. Tidak sedikit peternak yang mengalami kerugian akibat mortalitas(kematian) yang sangat tinggi ketika ayam tersebut terkena heat stress saat suhu lingkungan tinggi.

Bagaimana bisa stress menyebabkan gangguan produksi dan bahkan kematian pada ayam??? Seperti kita ketahui ayam merupakan jenis ternak yang tidak memiliki kelenjar keringat, sehingga panas yang dihasilkan tubuh akibat proses metabolisme tidak bisa dikeluarkan dengan optimal saat suhu lingkungan tinggi.



Hal inilah yang membuat kenyamanan ayam terganggu dan stress. Gejala awal yang dapat kita lihat saat ayam terkena stres panas adalah dengan berkurangnya aktivitas ayam. Ayam akan cenderung banyak diam dan nafsu makan menurun disertai panting (bernafas dengan cepat/terengah-engah).

Beberapa dampak yang ditimbulkan akibat stress panas pada ayam diantaranya berpengaruh pada respon fisiologi, metabolisme dan imun sistem. Ketiga hal ini sangat vital dan berimplikasi buruk terhadap produksi jika tidak dilakukan penanganan segera. Pengaruh tersebut dijelaskan sebagai berikut.

  1. Respon fisiologi

Saat ayam terkena stress panas maka tubuhnya akan merespon hal tak biasa dengan tujuan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat stress panas yang ditimbulkan. Beberapa respon yang ditunjukan yaitu menghindari kontak dengan ayam lain, mengurangi konsumsi pakan, memperbanyak konsumsi air dan melakukan panting (bernapas dengan cepat/terengah-engah).

Tujuan ayam membatasi kontak dengan ayam lain adalah untuk mengurangi panas tubuh sehingga mencari ruang yang lebih luas, begitupun dengan pembatasan konsumsi pakan. Konsumsi pakan akan menghasilkan panas tubuh meningkat, hal ini disebabkan proses metabolisme dalam tubuh untuk menghasil energi dari pakan yang dikonsumsi, sehingga ayam cenderung akan berhenti makan untuk mencegah penambahan panas.

Panting meruapakan respon alami ayam saat tubuhnya berusaha mengurangi panas dari tingginya temperatur lingkungan. Untuk mengurangi panas, ayam juga memperbanyak air minum yang dikonsumsi.

  1. Respon metabolisme

Proses metabolisme dalam tubuh ayam tetap berjalan meskipun ayam berhenti mengkonsumsi pakan. Bagaimanapun ayam membutuhkan energi untuk bertahan hidup.

Energi tersebut dapat diperoleh dengan cara merombak cadangan energi yang disimpan dalam bentuk glikogen yang terdapat didalam hati dan otot.

Namun konsekuensinya ayam akan kehilangan berat badan. Selain itu pada proses metabolisme tertdapat beberapa nutrien yang tidak optimal diserap oleh tubuh seperti protein.

Hal ini berkaitan dengan kondisi keseimbangan asam basa tubuh yang terganggu. Saat ayam melakukan panting maka proses pertukaran oksigen dan karbondioksida diparu-paru sangat cepat sehingga konsentrasi CO2 dalam darah berkurang.

Hal ini dapat mengakibatkan PH darah menjadi alkalosis. PH darah yang alkalosis akan menimbulkan ketidakoptimalan absorpsi nutrien oleh tubuh.



  1. Respon imun

Saat ayam terkena stress beberapa organ imun dan proses didalamnya mengalami gangguan dalam menangkal berbagai patogen atau radikal yang terdapat dalam tubuh. Produksi radikal bebas pada ayam yang terkena stress cenderung meningkat dan melebihi kapasitas sistem imun dalam menangkalnya.

Radikal bebas yang berlebih ini akan menyebabkan beberapa dampak negatif didalam tubuh dan berujung pada disfunction system terhadap beberapa proses metabolisme dan kekebalan tubuh ayam.

Hal ini berkaitan dengan hormon glucocorticoid yang aktif ketika ternak stress. Hormon ini memiliki salah satu peran negatif yaitu menghambat produksi imunoglobulin dalam tubuh, sehingga imunitas menjadi lemah.

heat-stress-in-poultry

Bagaimana cara mengurangi dampak heat stress pada Ayam?

Beberapa hal dibawah ini dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, diantaranya:

  1. Memperluas drinker space ayam. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan ayam mengurangi panas dengan mencelupkan paruh lebih dalam.
  2. Memberi suplemen vitamin C. Vitamin C diketahui memiliki kandungan antioksidan yang mampu menekan pengaruh radikal bebas dalam tubuh ayam saat stress
  3. Mengoptimalkan ventilasi. Hal ini penting karena ventilasi menjadi kunci utama dalam mengatur temperatur lingkungan. Pengoptimalan dilakukan disesuaikan dengan jenis kandang yang dimiliki.
  4. Jika kandang berjenis open house atau kandang terbuka, dianjurkan untuk menanam pohon disekitar kandang.

****

Sumber :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16335125

https://academic.oup.com/ps/article/97/11/4073/5040621

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *