Budidaya Sapi Potong Yang Berkualitas

Budidaya adalah kegiatan secara terencana untuk melestarikan dan membiakkan sumber daya hayati yang bertujuan untuk mencapai hasil yang berguna dan dimanfaatkan hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jenis-jenis sapi potong dengan kualitas terbaik diantara lain, yaitu Sapi Brahma, Sapi Beefalo, Sapi Limousin, Sapi Angus, Sapi Brangus, Sapi Hereford, Sapi Braford, Sapi Madura dan Sapi Bali. Manfaat dalam budidaya sapi potong tidak hanya menghasilkan daging,  tetapi juga bisa menghasilkan pupuk kandang dan sebagai tenaga kerja. Serta kotoran sapi mempunyai nilai ekonomis, karena bisa dijadikan pupuk organik yang dapat menjadi sumberhara yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih subur. Tidak hanya kotorannya yang bisa dimanfaatkan semua organ sapi pun dapat dimanfaatkan menjadi bahan industri.

Dalam budidaya sapi potong memiliki beberapa pendekatan yang harus diperhatikan oleh peternak agar menghasilkan kuliatas sapi terbaik, yaitu dengan cara: (1)  perbaikan pakan; (2) inseminasi buatan; (3) penanaman hijauan makanan ternak; (4) penyebaran ternak; (5) vaksinasi; (6) peningkatan mutu genetis penjantan; (7) kapasitas tampung lahan; (8)  pemberian pakan tambahan, dan; (9) peningkata produksi.

Pakan Sapi Potong

budidaya sapi potong

Dalam budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan pakan hijauan yang mengandung protein (hijauan leguminosa) dan mengandung energi (hijauan rumput-rumputan). Dengan pemberian hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1–2 % dari bobot badan. Sedangkan sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan pakan tambahan yang baik untuk ternak seperti jerami padi, daun dan tongkol jagung, jerami kacang tanah.

Kandang Sapi Potong

Jenis kandang yang bisa digunakan mempunyai beberapa macam tipe, diantara lain: (1) Kandang koloni; yang terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Dengan ukuran kandang 7 x 9 m yang dapat menampung 20 ekor sapi. (2) Kandang tunggal; yang terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Dengan ukuran kandang 2,25 x 1 m atau 3,75 m2/ekor.

Lokasi kandang yang baik yaitu harus terletak (± 50 m) dari pemukiman, memiliki sumber air bersih, luas kandang memenuhi syarat, sirkulasi udara dan sinar matahari cukup, drainase limbah baik, serta terdapat tempat pakan dan minum.

Pemeliharaan

budidaya sapi potong

Untuk calon peternak yang baru ingin memulai dalam budidaya sapi potong, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti memiliki keseriusan, menyiapkan perencanaan anggaran untuk modal budidaya sapi potong, memahami jenis sapi yang ingin diternak, mempersiapkan sebuah kandang yang tepat sesuai jumlah sapi yang akan dikembangbiakkan, memilih bibit sapi ternak unggul, memahami dalam pemberian pakan, perawatan sapi, dan pemeliharaan sapi secara rutin.

Sistem pemeliharaan juga dapat dilakukan dengan bertujuan agar sapi bisa melalui proses penggemukan, yaitu dengan 3 cara:

  1. Penggemukan dry lot fattening, yaitu cara penggemukan dengan pemberian pakan ternak penguat yang terdiri dari biji-bijian maupun jagung. Pada pola ini ternak ditempatkan dikandang terus menerus.
  2. Penggemukan pasture fattening, yaitu cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan.
  3. Penggemukan campuran, merupakan penggemukan yang berpaduan antara dry lot fattening dan pasture fattening dengan diberi pakan penguat (konsentrat).

Kesehatan

Untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menyerang hewan ternak, beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan mengkarantina pada setiap sapi baru yang akan dimasukkan ke kandang, pemberian vaksinasi juga perlu dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh sapi serta memberikan obat cacing, menjaga kebersihan kandang  dan sekitarnya agar kandang sapi tidak lembab, bau, dan mudah menjadi sarang bakteri, virus, kuman penyakit serta memperhatikan drainase (saluran air) yang ada disekitar kandang.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam budidaya sapi potong memiliki hal yang harus diperhatikan mulai dari pemilihan bibit unggul untuk budidaya sapi potong, pemilihan pakan yang mengandung protein dan energi, serta memahami dalam pemeliharaan sapi yang baik dan memerhatikan kebersihan kandang untuk menjaga kesehatan pada sapi yang diternak. Hal ini agar peternak bisa menghasilkan jenis sapi potong yang berkualitas terbaik dan menghasilkan daging yang bernutrisi.

artikel ini ditulis oleh : Fakhirah Raiqah Utami Mahasiswi Polbagtan Bogor