Panduan Budidaya Kroto: Ternak Semut untuk Pemula

Budidaya kroto merupakan salah satu peluang bisnis yang menggiurkan dan menjanjikan. Cara ternak kroto pun mudah, dapat dilakukan di rumah menggunakan paralon.

Kroto banyak digemari masyarakat terutama mereka yang senang dengan burung kicau, karena kroto dianggap sumber pakan tinggi protein.

Di kalangan pecinta burung kicau, popularitas kroto sangat terkenal karena menjadi salah satu sumber pakan burung yang tinggi protein.

Harga kroto di pasarang sekarang termasuk tinggi, bisa mencapai Rp175.000 per kilonya. Hal ini disebabkan karena ketersediaan ktoro yang langka.

Mengetahui hal tersebut, para pecinta burung tetap rela merogoh kocek setinggi itu untuk memberi makan burung kesayangan.

Kesempatan ini bisa Anda gunakan untuk memulai budidaya kroto, tentu akan menghasilkan menambah uang jajan Anda.

ternak kroto semut rangrang
Sumber foto: Peternak Semut Kroto Widodo, Sukses Beli 2 Mobil Murni Dari Hasil Ternak Semut Kroto (YouTube: Punca Media)

Lebih Jauh Tentang Kroto

Sebenarnya Kroto adalah kata yang berasal dari Bahasa Jawa “kroto” , yang artinya telur atau larva semut. Istilah ini kemudian menjadi popular di seluruh wilayah.

Kroto memiliki penampilan seperti butiran nasi, bentuknya lonjing dan berwarna putih, berukuran 1 cm dengan diameter 5 mm.

Panjang kroto kecil sekitar 5-6 mm dengan diameter 2 mm. Kroto biasa dihasilkan dari ratu semut rangrang, ditempatkan di dalam gulungan daun.

Telur yang dihasilkan bisa mencapai ribuan dan semua pekerja yang menjaganya pun sangat banyak. Sekali panen telur kroto, keuntungan yang bisa diperoleh bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kroto berukuran besar biasanya akan menjadi calon ratu semut dan diproduksi sekitar bulan September hingga Januara.

Sementara Kroto berukuran sedang (kroto halus), akan menjadi calon semut betina, semua prajurit, atau semut pekerja.

Kroto sudah lama dimanfaatkan sebagai obat herbal, namun lebih popular lagi manfaatnya sebagai pakan burung atau unggas.

Nutrisi yang terkandung dalam kroto sangat baik, dipercaya membuat ternah peliharaan lebih lincah, sedang burung mengeluarkan suara kicau lebih merdu.

toples kroto banyak
Sumber foto: Peternak Semut Kroto Widodo, Sukses Beli 2 Mobil Murni Dari Hasil Ternak Semut Kroto (YouTube: Punca Media)

Persiapan Budidaya Kroto

Untuk melakukan budidaya Kroto, Anda harus menyiapkan peralatan untuk digunakan sebagai kandang kroto nantinya.

Membuat kandang dan sarang semut dengan mudah, Anda dapat menggunakan bamboo, toples, paralon, dan sebagainya.

Menyiapkan Bibit Koloni

Jika Anda ingin beternak Kroto, maka Anda harus mencari bibit koloni terlebih dahulu. Bibit-bibit kroto ini dapat Anda dapatkan dari menangkapnya di alam bebas, atau membelinya dari petani.

Kini, untuk berburu Kroto di alam bebas sangatlah sulit. Permintaan Kroto yang meningkat frastis, menjadikan Kroto sangat langka di alam liar.

Maka dari itu, orang-orang lebih memilih untuk lakukan budidaya Kroto, dibandingkan harus selalu membelinya dengan harga yang relatif tinggi.

Bahkan, tidak semua semut Rangrang bisa menghasilkan budidaya Kroto berkualitas baik, lalu digunakan sebagai pakan burung maupun ikan.

Salah satu jenis semut Rangrang yang berhasil dibudidayakan secara luas adalah spesies Oecophylla Smaragdina.

Semua Rangrang jenis tersebut tersebar di wilayan Asia hingga Australia bagian utara. Jika Anda kesulitan mencarinya, maka Anda bisa membeli bibit Kroto pada petani.

Harga beli bibit kroto ini terbilang cukup mahal, untuk satu kemasan botol plastik 1 liter bisa dihargai sekitar Rp150 – Rp200 ribu rupiah.

Memilih Paralon Sebagai Media Pembuatan Sarang Semut

Pembuatan sarang semua bisa menggunakan berbagai material, namun yang paling mudah dan biasa dipakai orang adalah menggunakan pipa paralon atau toples. Paralon menjadi pilihan favorit karena fleksibel serta perawatan yang mudah.

Berikut ini keunggulan pipa paralon dibandingkan media lainnya untuk membuat sarang semut sebagai upaya budidaya Kroto:

  • Paralon mudah dibuat dan disusun. Paralon bisa kita potong dengan mudah sesuai ukuran yang diinginkan.
  • Usia pakai awet hingga 10 tahun
  • Paralon memiliki dua sisi terbuka yang didak tembus oleh cahaya, cahaya yang minimalis tersebut adalah lingkungan yang disukai semut rangrang karena semut-semut ini hanya membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01 sampai 0,06 lumen/m2.
  • Memudahkan proses pemanenan dan meminimalkan kematian koloni pasca panen
  • Bentuk silindernya juga memudahkan proses penyusunan, tidak gampang berpindah tempat, dan mudah dibersihkan.
  • Mampu menampung banyak Kroto
kasih makan semut kroto
Sumber foto: Peternak Semut Kroto Widodo, Sukses Beli 2 Mobil Murni Dari Hasil Ternak Semut Kroto (YouTube: Punca Media)

Langkah-langkah Pembuatan Sarang Semut dengan Paralon

  1. Menggunakan rak bersusun dua tingkat, kita bisa menggunakan rak ini dari bahan kayu, besi, atau bambu. Ukurannya dapat disesuaikan dengan area Anda akan menaruh sarang dimana nantinya.
  2. Pastikan wadah tidak bersentuhan dengan dinding atau benda lain.
  3. Potong paralon dengan diameter 4 atau 5 inci dengan panjang sekitar 50 cm atau bisa disesuaikan dengan lebar rak.
  4. Susunlah paralon tersebut dengan rapi dan masukkan dedaunan agar semut rangrang merangsang untuk membuat sarang.
  5. Tabur bibit koloni semut rangrang di kandang sehingga semakin banyak semut rangrang yang datang dan membuat kroto di media paralon ini.

Memilih Toples sebagai Tempat Pembibitan Kroto

Menentukan tempat pembibitan kroto, Anda bisa menggunakan toples plastik, atau rak yang terbuat dari kayu, bamboo, maupun besi.

Jika Anda memilih toples plastik, Anda dapat memilih toples berukuran sedang dan dengan tutup yang besar.

Para peternak menggunakan toples untuk budidaya kroto, karena wadahnya mudah didapatkan, relative murah, dan sisi wadahnya yang transparan dapat memperlihatkan kita pertumbuhan budidaya Kroto.

Langkah-langkah Membuat Sarang Semut dengan Toples

  1. Siapkan toples, lalu lubangi dengan diameter 5-7 cm bagian bawahnya, setelah itu tutup kembali lubang tadi dengan lakban.
  2. Masukkan dedaunan ke dalam toples.
  3. Agar semut tidak kabur, siapkan nampan yang diisi air, lalu masukkan plastik
  4. Masukkan bibit semut Rangrang. Pastikan koloni semut yang akan dimasukkan terdapat beberapa jenis semut Rangrang yang lengkap, seperti ratu semut, prajurit, semut pejantan, dan semut pekerja sehingga semut dapat bertelur sempurna.

Tips Menaburkan Bibit Koloni ke Sarang Semut

Jika kandang Anda sudah siap, maka saatnya Anda untuk menebarkan bibit koloni semut Rangrang ke dalam kadang Anda.

Caranya adalah, kalau Anda membeli bibit koloni dalam kemasan botol atau toples, maka potong botol plastik atau buka tutup toples, lalu letakkan di atas susunan paralon.

Koloni tersebut akan dengan sendiri masuk ke kandang Anda, namun pastikan Anda sudah memasukkan dedaunan ke dalamnya.

Jika Anda melihat koloni sudah masuk dan mulai membuat makan, maka Anda hanya tinggal rutin memberi mekan saja. Budidaya Kroto pun hampir selesai Anda lakukan.

nampan berair untuk semut kroto
Sumber foto: Peternak Semut Kroto Widodo, Sukses Beli 2 Mobil Murni Dari Hasil Ternak Semut Kroto (YouTube: Punca Media)

Nampan Berair agar Semut-semut Tidak Lari Dari Area Peternakan Kroto

Untuk mencegah semut-semut keluar dari area tempat kita budidaya Kroto, maka Anda perlu meletakkan nampan berair pada kaki-kaki rak tempat toples sarang Kroto dibudidaya.

Caranya sebagai berikut:

  1. Siapkan nampan yang sudah disi dengan air.
  2. Letakkan nampan bersisi air tersebut di bawah kaki-kaki rak tempat Anda menyimpan toples-toples sarang semut Anda.

Pemberian Pakan Semut

Budidaya kroto dari bibit-bibit koloni semut membutuhkan dua asupan gizi penting bagi sumber pakannya, yaitu protein dan karbohidrat.

Untuk sumber protein, Anda bisa dapatkan dari hewan-hewan kecil, seperti jangkrik, ulat, belalang, atau cicak.

Anda juga bisa merebus aya dan tulang sapi atau kambing yang telat dipecah hingga sumsumnya keluar.

Sedang untuk karbohidrat, Anda bisa memberikan gula pasir yang telah dilarutkan ke dalam air..

Pemberian pakan budidaya Krono bisa Anda lakukan dengan cara berikut:

  1. Letakkan makanan koloni di atas wadah ceper yang kemudian ditempatkan di samping rak.
  2. Kalau menggunakan pakan berupa hewan hidup, sebaiknya dilumpuhkan terlebih dahulu agar tidak bisa kabur.
  3. Sumber karbohidrat dari larutan gula diletakkan di atas tatakan.

Ternak Kroto Siap Panen!

Sebaiknya melakukan panen budidaya Kroto dilakukan setelah 6 bulan, agar koloni dapat berkembang biak secara optimal.

Proses panen bisa mulai dilakukan setelah sarang semut sudah terlihat penuh dengan kroto yang berwarna putih.

Jika sarang semut sudah stabil, proses panen bisa dilakukan 15 – 20 hari sekali.

Sekian informasi mengenai Budidaya Kroto Ternak Semut untuk Pemula yang bisa Sobat Ternak terapkan. Semoga ilmu dari Sinau Ternak bisa bermanfaat, selamat mencoba!


Tulisan Terkait: