ciri positif negatif ayam legund

Ciri Positif dan Negatif Ayam Legund Ditinjau dari Genetik dan Performans

Ayam Legund. Di daerah tropis, peternakan ayam dapat mengalami kerugian ekonomi dalam jumlah besar karena performans ayam yang dipelihara dapat berbeda dikarenakan interaksi genotip dengan lingkungan. Efek dari stress panas terhadap performans ayam dapat diatasi dengan menggunakan gen leher gundul (Na) (Melesse et al., 2011). 

Toleransi Panas Ayam Leher Gundul

Ayam leher gundul lebih toleran terhadap stres panas dibandingkan dengan ayam berbulu normal karena pengurangan massa bulu akan lebih optimal dalam pembuangan panas.

Semakin rendah massa bulu semakin meningkatkan luas permukaan sehingga efektif untuk pembuangan panas dan meningkatkan pembuangan panas dari daerah leher.

Ayam dengan gen Na memiliki potensi produksi daging yang lebih tinggi di daerah tropis dibanding ayam dengan bulu normal karena toleransi terhadap stress panas yang lebih baik (Rajkumar et al., 2011).

ayam legund

Ayam leher gundul merupakan gen yang penting untuk produksi unggas di daerah tropis. Hal ini dikarenakan tingginya kemampuan pembuangan panas sehingga produktivitas cukup tinggi dibawah pengaruh lingkungan tropis yang berat dan lebih resisten terhadap penyakit.

Ayam leher gundul superior dibanding ayam berbulu normal dalam hal pertumbuhan, produksi telur, kualitas telur dan daging (Islam and Nishibori, 2009).

Sisi Positif dari Ayam Leher Gundul

Efek positif dari gen leher gundul diketahui menghasilkan daging dada yang lebih tinggi (N’dri et al., 2007). Selanjutnya Hossain et al. (2012), menambahkan bahwa ayam dengan gen Na akan menghasilkan berat daging dada, rasio daging putih dan gelap, dan berat hati yang lebih tinggi dibanding ayam dengan gen na.

Rajkumar et al., (2010) menyatakan performans genotip leher gundul (NaNa dan Nana) unggul di semua ciri – ciri karena adaptasi panas yang lebih baik. Gen leher gundul bisa menjadi alternatif untuk penghasil daging unggas, terutama di negara – negara tropis dengan suhu lingkungan yang sangat tinggi.

Beberapa efek gen leher gundul (Na) pada unggas telah diteliti, terutama respon terhadap suhu tinggi yang merupakan faktor penting yang berpengaruh pada produktivitas unggas.

Dibawah kondisi suhu panas, ayam dengan bulu normal tidak dapat secara cepat membuang panas yang dihasilkan setelah makan, dan kondisi ini menyebabkan turunnya konsumsi pakan dan pertambahan berat badan atau produksi telur (Singh et al., 2001). Melesse et al. (2011) menyatakan bahwa, ayam – ayam leher gundul dan keturunan F1nya lebih toleran terhadap panas.

Sisi Negatif dari Ayam Legund

Salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pengembangan dan menjaga kelestarian ayam Legund sebagai salah satu plasma nutfah ayam kampung yang potensial dalam hal produktivitasnya, adalah karena pemunculan ayam Legund relatif langka. Salah satu dugaan yang menyebabkan pemunculan ayam Legund relatif langka adalah rendahnya daya hidup ayam Legund.

Relatif tingginya tingkat kematian embrio terutama pada fase embrional dan masa awal kehidupan menyebabkan rendahnya daya hidup ayam Legund. Sidadolog (1991) menyatakan rendahnya daya hidup ayam Legund diduga karena sifat semilethal yang merupakan pengaruh tidak langsung dari gen Na. Selain itu pola pemeliharaan yang ekstensif dengan memelihara ayam kampung secara liar. Dengan pemeliharaan secara ekstensif atau secara liar, menyebabkan juga pola perkawinan ayam kampung menjadi tidak terkontrol dan bebas.

Penggunaan alel Na secara komersial sangat terbatas untuk saat ini, dikarenakan tingginya kematian embrio yang disebabkan oleh gen Na ini, terutama pada embrio dengan genotip homozigot dominan. Penyebab kematian embrio karena alel Na masih belum jelas. Salah posisi embrio mungkin dikarenakan pengurangan bulu pada leher, atau kelainan metabolisme menjadi perhatian atas tingginya kematian embrio leher gundul (Sharifi et al., 2010).

Sumber:

Hossain, M. M., M. Nishibori and M. A. Islam. 2012. Meat yield from broiler, indigenous naked neck and full feathered chicken of Bangladesh. The Agriculturists. 10: 55 – 67.

Melesse, A., S. Maak, R. Schmidt And G. Von Lengerken. 2011. Effect of long-term heat stress on some performance traits and plasma enzyme activities in naked-neck chickens and their F1 crosses with commercial layer breeds. Livestock Science. 141: 227 – 231.

N’dri, A. I., S. Mignon-Grasteau, N. Sellier, C. Beauont, and M. Tixier-Boichard. 2007. Interactions between the naked neck gene, sex, and fluctuating ambient temperature on heat tolerance, growth, body composition, meat quality and sensory analysis of slow growing meat type broilers. Livestock Science 10: 33 – 45.

Rajkumar, U., B. L. N. Reddy, K. S. Rajaravindra, M. Niranjan, T. K. Bhattacharya, R. N. Chatterjee, A. K. Panda, M. R. Reddy and R. P. Sharma. 2010. Effect of Naked Neck Gene on Immune Competence, Serum Biochemical and Carcass Traits in Chickens under a Tropical Climate. Asian – Aust. J. Anim. Sci. 23: 867 – 872.

Sharifi, A. R., P. Horst, and H. Simianer. 2010. The effect of naked neck gene and ambient temperature and their interaction on reproductive traits of heavy broiler dams. Poultry Sci. 89: 1360 – 1371.

Singh, C. V., D. Kumar And Y. P. Singh. 2001. Potential usefulness of the plumage reducing naked neck (Na) gene in poultry production at normal and high ambient temperatures. World’s Poultry Sci. J. 57: 140 – 156.

————————————–

Demikian artikel Ciri Positif dan Negatif Ayam Legund Ditinjau dari Genetik dan Performans. Semoga bermanfaat bagi peternak semuanya.

2 komentar untuk “Ciri Positif dan Negatif Ayam Legund Ditinjau dari Genetik dan Performans”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *