budidaya ayam pelung

Budidaya Ayam Pelung

Mengenal ayam pelung

Ayam Pelung merupakan ras ayam lokal unggulan yang berasal dari daerah Jawa Barat tepatnya di Cianjur. Berbeda dengan kebanyakan ayam biakan lainnya yang diseleksi untuk penampilan fisik, ayam pelung ini diseleksi karena suara kokokannya yang panjang. Tapi hanya ayam jantan yang memiliki sifat ini.

Pada umumnya ukuran ayam ini relatif besar dan dengan bulu yang berkilau. Namun jangan salah, tidak ada standar khusus untuk fisik dan hanya ada standar untuk alunan suara kokokan.

Awalnya seseorang mengambil ayam jantan muda yang diyakininya memiliki kokokan kebih panjang dari yang lainnya, dari situ lah dimulai penangkaran pertama pada tahun 1850. Penangkaran pertama kali dilakukan dengan cara mengawinsilangkan dengan ayam betina biasa.

Manfaat budidaya ayam pelung

Adapun manfaat dari budidaya ayam pelung, yaitu:

  • Sebagai hobby karena dapat menghilangkan stress dengan berbagai aspek yang dimilikinya seperti dapat berkokok dengan suara yang merdu dan panjang.
  • Sebagai penambah pendapatan karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
  • Dapat memanfaatkan pekarangan jika ada pekarangan kosong yang tidak terpakai agar lebih produktif.
  • Feses ayam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang baik.

Kandang ayam Pelung

Ketika kita akan memelihara ayam pelung, hal pertama yang harus kita persiapkan tentu saja adalah kandangnya. Kandang harus dipersiapkan dengan baik dan benar agar bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan yang cukup bagi ayam yang akan dipelihara agar tidak merasa stres karena merasa terganggu dengan lingkungan di sekitar kandang. Maka dari itu, kita harus memilih lokasi yang nyaman yaitu di dekat pohon rimbun dan menghasilkan bebijian atau buah-buahan sehingga ayam tidak merasa kepanasan dan mendapat tambahan makanan. Lokasi dekat dengan perairan juga bagus untuk mendirikan kandang agar persediaan air minum untuk ayam terjamin. Terakhir, tempat yang tepat untuk membangun kandang tentunya adalah tempat yang jauh dari gangguan manusia, binatang, dan ancaman bahaya lainnya yang dapat membahayakan keselamatan ayam.

Adapula syarat pembuatan kandang pelung, yaitu:

  • Lokasi kandang harus jauh dari hunian agar masyarakat dapat terhindar dari bau dan kotoran.
  • Ayam pelung tetap membutuhkan sinar matahari jadi kandang harus memiliki sirkulasi udara yang cukup agar sinar matahari dapat masuk.
  • Lokasi yang bisa memudahkan kita untuk ke segala akses seperti pembuatan kandang, pemberian pakan, pengambilan telur, dan lain sebagainya.

Bahan kandang tidak perlu mahal yang penting mudah didapat, kuat, dan ekonomis. Bahan-bahan yang biasa digunakan antara lain bambu, kayu, genteng, rumbia, dan lain-lain. Untuk jenis kandang terdapat dua jenis yaitu kandang lantai rapat dan kandang lantai renggang. Kandang lantai rapat biasanya terbuat dari bambu atau semen dan juga diberikan sekam atau serbuk gergaji pada alas untuk mengurangi kelembapan dan memberikan kehangatan pada ayam. Sedangkan kandang lantai renggang memiliki fungsi yang lebih menguntungkan dari kandang lantai rapat, yaitu kotoran langsung jatuh dan tidak tertampung di bagian alas kandang.

Perlengkapan kandang ayam pelung juga harus kita persiapkan dengan matang seperti tempat makan dan tempat minum. Tempat makan ada 3 jenis yaitu tempat pakan yang terbuat dari plastik, tempat pakan gantung, dan tempat makan silinder. Sedangkan tempat minum biasanya hanya terbuat dari plastik.

Pakan Ayam pelung

Keuntungan dari pemberian pakan ayam pelung adalah jika harga pakan masih terlalu mahal kita bisa membuat pakan sendiri dengan cara mencampurkan bahan pakan dengan dedak halus untuk mengurangi biaya produksi.

Kandungan dan jumlah pakan harus kita perhatikan setiap hari agar selalu tercukupi. Jumlah yang diberikan juga harus disesuaikan dengan umur ayam pelung. Untuk ketentuannya, ayam pelung anakan bisa kita berikan pakan starter untuk ayam ras petelur, untuk ayam indukan kita bisa memberikan pakan grower ayam petelur, sedangkan ayam dewasa bisa kita berikan pakan ayam petelur.

Bibit Ayam Pelung

Bibit dan pakan bukan satu-satunya jaminan penentu kesuksesas usaha ternak, kita juga harus melukan pengaturan pemeliharaan sebab pemeliharaan itu sendiri memiliki 40% sebagai penentu kesuksesan usaha ternak. Ada beberapa istilah penting dalam perkawinan untuk mendapatkan keturunan unggul yaitu Inbreeding, Line Breed, Cross Breed, Super Breed, Super fight. Sedangkan penetasan telur ada dua cara yaitu penetasan secara alami dan penetasan buatan.

Penetasan secara alami yaitu dengan cara dierami oleh induk ayam pelung selama 21 hari atau bisa juga dititipkan pada ayam buras atau bebek yang sedang mengeram. Untuk penetasan buatan kita harus memiliki ketilitan, kesabaran, dan pengetahuan tentang mesin tetas karena proses penetesan buatan dilakukan dengan menggunakan mesin tetas.

Penyakit Ayam Pelung

Terdapat beberapa jenis penyakit pada ayam pelung yaitu penyakit tetelo, penyakit ngorok, penyakit berak darah, penyakit berak kapur, penyakit pilek, dan juga penyakit cacingan. Adapun cara pencegahannya yaitu dengan melakukan vaksinasi secara teratur, melindungi sanitasi lingkungan kandang, manajemen pemeliharaan, mengontrol dan mengawasi hewan lain agar tidak menularkan penyakit, memberi pakan dengan pakan yang segar dan baru.


Tulisan Terkait: