Bagaimana cara membedakan kualitas daging sapi?

Bagaimana cara membedakan kualitas daging sapi?

Halo netizen! jumpa lagi dengan dengan artikel terbaru sinauternak.com. Kali ini kita akan membahas Bagaimana cara membedakan kualitas daging sapi. Yuk simak ulasan kami berikut ini.

2 Faktor penentu  kualitas daging sapi.

Bagaimana cara membedakan kualitas daging sapi? Hal ini kurang banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia karena memang secara umum kualitas daging sapi di Indonesia memang tergolong rendah karena kualitas pakan dan perawatan yang juga kurang baik dibandingkan di negara Eropa.

Cara paling mudah dalam memilih daging sapi berkualitas adalah dengan melihat banyaknya marbling dan tingkat kemerahan warna daging.

Apa itu Marbling dan pengaruhnya terhadap kualitas daging sapi?

Marbling merupakan serat-serat lemak intraseluler yang terdapat pada daging. Mudahnya, ia merupakan guratan berwarna putih yang berada di antara merahnya dagingtampak seperti pola pada batu marmer (marble).

Banyaknya serat akan meningkatkan rasa juicy dari daging saat dikonsumsi, utamanya bila dihidangkan sebagai steak, ham, dan yakinikuMarbling juga merupakan indikasi dari baik tidaknya kualitas pakan dan perawatan dari ternak tersebut.

Semakin buruk kualitas pakan, marbling akan semakin sedikit, dan mengakibatkan grade daging akan semakin rendah dan harga jual daging juga akan jadi semakin murah. Contoh daging berkualitas tinggi adalah daging sapi wagyu atau sapi kobe yang berasal dari Jepang.

Daging sapi wagyu (penuh marbling)
Daging sapi wagyu (penuh marbling)

Di Indonesia sangat jarang ditemukan daging lokal dengan marbling yang banyak. Hal ini karena peternakan di Indonesia cenderung bersifat tradisional yang hanya memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan sapi sehingga pakan berkualitas rendah.

Selain itu sapi juga dirawat seadanya tanpa memerhatikan animal welfare sehingga sapi cenderung stress selama perawatan dan penyembelihan.

Daging sapi lokal (marbling sangat sedikit, bahkan sering tidak ada sama sekali)
Daging sapi lokal (marbling sangat sedikit, bahkan sering tidak ada sama sekali)

Warna sebagai penentu kualitas Daging Sapi

Selain dari banyaknya marbling, kualitas daging juga bisa diprediksi dari tingkat kemerahan warna daging. Pernah merasa heran mengapa daging hasil kurban Idul Adha saat dimasak cenderung memiliki rasa yang kurang enak dibandingkan daging biasanya?

Hal tersebut dikarenakan seringkali cara penyembelihan saat Idul Adha yang tidak profesional sehingga membuat sapi dipotong dalam keadaan stress tinggi. Kalau diperhatikan, daging dari sapi yang disembelih dalam keadaan stress akan dicirikan dengan warna merah yang lebih gelap dari biasanya.

Namun, di pasar, ada pula kasus dimana ditemukan daging berwarna merah gelap yang dijual ternyata bukanlah daging sapi melainkan merupakan adalah daging kuda. Daging kuda bisa dicirikan dari warna merah gelap, serat daging yang lebih kasar, dan konsistensi daging yang lebih alot.

Ilustrasi warna daging
Ilustrasi warna daging

Selanjutnya, kalau warna daging yang cenderung merah pucat—dan berair, bisa jadi daging tersebut berasal dari sapi glonggongan. Daging sapi yang normal cenderung berwarna merah terang.

Apabila anda menemukan daging sapi berwarna merah pucat dan tak berair, ada kemungkinan daging tersebut bukanlah daging sapi melainkan daging babi (babi domestik, bukan babi hutan/celeng). Daging babi hutan/celeng cenderung paling sulit dibedakan dengan daging sapi karena sangat mirip dari segi warna.

Mulai sekarang, harus bisa pilih-pilih ya kalau belanja daging, biar masakannya lebih endolita babanero~~


Penulis :
Deddy Ramadhani
Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM

Redaksi

Sinauternak merupakan media nirlaba yang berusaha menyajikan artikel-artikel dunia peternakan yang berkualitas dan akurat. 

Tinggalkan Balasan