Cara Merawat Kelinci agar Sehat dan Panjang Umur

Cara merawat kelinci agar tetap sehat dan panjang umur, tentu banyak dicari informasinya di internet oleh orang-orang karena seringkali kelinci dijadikan hewan peliharaan.

Kelinci sebagai hewan lucu dan menggemaskan bisa menjadi teman Anda ketika sedang stress atau bosan.

Banyak sekali orang-orang yang berminat untuk memelihara kelinci, sayangnya tidak banyak yang memahami bagaimana cara memelihara kelinci yang benar agar tetap sehat.

Tidak seperti kucing dan anjing yang mungkin perawatannya lebih dipahami, namun kelinci sangat berbeda.

Cara Merawat Kelinci dengan Memberi Asupan Makan Sehat

Gagalnya perawatan dapat menyebabkan kelinci menjadi sakit, hingga mati, maka dari itu sebelum merawat kelinci sebaiknya Anda mengetahui kiat-kiat  cara merawat kelinci berikut ini.

Secara alamiah, kelinci merupakan hewan herbivora. Dalam jumlah besar, kelinci memakan rumput-rumputan, dedaunan, bunga, dan buah-buahan.

pakan kelinci dengan rumput jerami
Sumber foto: JENIS-JENIS RUMPUT HAY JERAMI | MAKANAN UTAMA SMALL ANIMALS (YouTube: Onel Pets)
  • Rumput Jerami

Tumbuhan yang dimakan kelinci pun tidak bisa sembarangan. Mungkin Anda bisa mencari jenis rumput hay untuk pakan kelinci.

Rumput hay merupakan rumput jerami, seperti jerami timothy, padang rumput, oat, rye, barley dan rumput Bermuda.

Rumput jerami vitamin, mineral dan protein dan mendorong motilitas GI yang sehat dan keausan gigi yang tepat melalui mengunyah, dan juga mengurangi mengunyah benda lain yang tidak tepat.

Rumput jerami juga membantu menciptakan rasa kenyang di perut kelinci untuk mencegah makan berlebihan dan obesitas.

Disarankan untuk memberi makan dua atau lebih jenis jerami rumput yang berbeda.

Tips yang lebih, yaitu dengan memberi makan rumput jerami yang sudah kering di bawah matahari karena mempertahankan lebih banyak nutrisi.

Jenis jerami lain yang tersedia adalah jerami legum, seperti alfalfa dan semanggi.

Jerami kacang-kacangan tidak direkomendasikan karena mengandung lebih banyak kalori, kalsium, dan protein daripada yang dibutuhkan kelinci peliharaan dan dapat menyebabkan gangguan GI dan obesitas.

Bahkan tidak disarankan untuk mencampur jerami rumput dan jerami legum karena kelinci mungkin hanya memilih jerami legum dan kelebihan kalori.

  • Tumbuhan Hijau

Makanan penting lainnya untuk diet kelinci adalah tumbuhan hijau, seperti sayuran dandelion, collard hijau, kangkung, selada romaine, brokoli, kubis brussel, seledri dan peterseli.

Makanan hijau memiliki semua manfaat nutrisi yang sama seperti jerami, tetapi mengandung pilihan nutrisi yang lebih luas dan juga menyediakan air untuk makanan.

Air dari tumbuhan akan sangat penting jika kelinci jarang sekali minum. Jika Anda sering memberi makan sayuran hijau, wajar saja jika kelinci menjadi jarang minum.

Makanan hijau sangat bagus untuk ginjal, kandung kemih, dan saluran pencernaan, tetapi makanan hijau tetap harus diimbangi dengan jenis makanan lainnya untuk menjaga kalori yang berfungsi untuk menopang berat badan kelinci.

Disarankan untuk memberi makan setidaknya 3 varietas sayuran setiap hari.

  • Buah-buahan

Seperti manusia, kelinci pun membutuhkan makanan berupa camilan dalam mengatur pola makannya.

camilan alami yang dapat Anda berikan kepada kelinci Anda termasuk apel, blackberry, blueberry, raspberry, ceri, cranberry, wortel, paprika hijau atau merah, mangga, persik, nanas, dan labu.

Anda juga dapat memberi makan buah-buahan kering, tetapi harus dikurangi hingga sepertiga dari jumlah normal.

Pisang dan anggur tidak dianjurkan karena kelinci bisa ketagihan makanan ini dan mungkin tidak mau makan yang lain.

1. Pelet Komersial

Pelet komersial hanya boleh diberikan sebagai sebagian kecil dari makanan kelinci. Sangat mudah untuk memberi makan pelet secara berlebihan karena tidak menyebabkan rasa Kenyang pada kelimci.

Pelet kormersial juga menyebabkan tingkat kalori yang tinggi dapat menyebabkan obesitas.

Pelet bisa bermanfaat untuk melatih gigi kelinci untuk mengunyah, karena kurangnya kemampuan mengunyah makan dapat membuat masalah perilaku pada kelinci.

Idealnya, pellet komersial hanya boleh diberikan sekitar 10% dari makanan kelinci keseluruhan.

2. Makanan yang Harus Dihindari Kelinci

Makanan yang harus benar-benar dihindari oleh kelinci adalah makanan tinggi pati dan lemak, seperti kacang-kacangan, roti, sereal, coklat, jagung, kacang-kacangan, gandum, kacang polong, gula halus, biji-bijian, gandum, atau biji-bijian lainnya.

Juga tidak perlu memberi makan kelinci yang sehat vitamin atau suplemen gizi lainnya karena mereka akan mengkonsumsinya dalam makanan mereka, jika diberi makan dengan benar.

Penyalahgunaan suplemen ini dapat menyebabkan masalah medis yang parah.

3. Air Harus Selalu Tersedia

Air harus tersedia setiap saat untuk kelinci Anda dan diganti setiap hari. Wadah air yang kotor bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Anda dapat menggunakan botol air atau mangkuk berat yang dipasang di sisi kandang untuk menghindari terbalik.

kandanga kelinci
Photo by Rachel Kuay on Unsplash

Penyediaan Tempat Tinggal dan Lingkungan Kelinci

Setelah mengetaui asupan pakan kelinci, cara merawat kelinci lainnya adalah dengan memberkan tempat tinggal yang layak untuk kelinci peliharaan Anda.

Kandang kelinci harus memungkinkan mereka untuk berdiri dengan kaki belakangnya tanpa membenturkan kepala ke bagian atas kandang.

Kandang harus memiliki ruang untuk kotak pasir dan tempat istirahat, mudah dibersihkan, dan terbuat dari logam atau bahan lain yang tidak dapat dihancurkan.

Kandang harus disimpan di tempat yang sejuk dan berventilasi baik.

Tidak disarankan untuk meletakkan kandang kelinci di ruang bawah tanah karena biasanya terlalu lembab dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan.

Jika area tersebut terlalu panas, kelinci berpotensi terkena heat stroke yang fatal.

Cara merawat kelinci dengan mengurungnya di luar ruangan sangat tidak ideal. Pastikan mereka memliki tempat berteduh dari cuaca hujan dan suhu ekstrim.

Kelinci juga harus aman dari jangkauan pemangsa, seperti anjing, coyote, dan rakun. Kandang harus dijaga kebersihannya agar tidak menarik serangga parasit.

Di musim dingin, tempat tidur jerami dapat digunakan sebagai insulasi.

Kelinci juga tidak boleh dikurung setiap saat, ia perlu untuk berolahraga setiap hari agar tetap sehat. Biarkan kelinci untuk melompat dan bergerak di area yang luas berjam-jam setiap harinya.

rabbit on litter box
Sumber foto: How To: ODORLESS Rabbit Litter Box Set up

Litter Box Kelinci

Anda bisa melatih kelinci untuk bisa buang air di litter box yang sudah Anda sediakan. Coba untuk letakkan litter box di area sudut ruangan.

Anda dapat memancing kelinci untuk buang air di litter box dengan cara menaruh beberapa kotoran kelinci di litter box.

Dari cara ini, kelinci Anda bisa mengerti dimana seharusnya ia buang air. Biasanya kelinci akan buang air setelah makan.

Cara Merawat Kelinci Peliharaan

Beberapa kondisi fisik kelinci bisa menjadi sakit jika Anda tidak memahami kondisi fisik kelinci. Seperit misalnya tulang punggung kelinci yang rapuh dan dapat patah.

Tulang pungung kelinci yang rapuh ini bisa parah jika kelinci memberikan tendangan yang kuat, jadi harus perhatikan untuk selalu menopang bagian belakangnya.

Jangan pernah mengambil kelinci di dekat telinga karena akan menyakitkan bagi mereka.

Lebih baik untuk mengangkat kelinci dengan memegang kulitnya yang longgar di atas bagu, lalu angkat kelinci di bagian bawa dada kelinci.

Letakkan tangan lainnya di bawah kaki belakang untuk mengangkat dari lantai.

Saat pertama kali belajar cara memegang kelinci, lebih baik berlatih di dekat lantai sehingga jika kelinci melompat dari lengan Anda, kelinci tidak akan cedera.

Sekian informasi mengenai Cara Merawat Kelinci agar Sehat dan Panjang Umur yang bisa Sobat Ternak terapkan. Semoga ilmu dari Sinau Ternak bisa bermanfaat, selamat mencoba!